//
archives

Archive for

Burung Ini Belajar Berikicau Semenjak Embrio


ADELAIDE, – Proses belajar spesies hewan dan manusia biasanya dimulai sejak bayi. Akan tetapi, tak demikian dengan burung passerine jenis Malurus cyaneus. Jenis burung itu belajar menyanyi sejak masih menjadi embrio.
Malurus cyaneus belajar menyanyi dari induknya. Induk biasanya akan berkicau dengan nada tertentu di dekat telur anakannya. Selain pada anakan, induk juga akan mengajari pasangannya untuk menyanyi
Nyanyian harus dikuasai oleh anakan. Bagi anakan, nyanyian berfungsi sebagai password untuk mendapatkan makanan. Sementara itu bagi induk, nyanyian berfungsi membedakan anakan dengan burung malam yang terkadang menginvasi sarangnya.
Sonia Kleindorfer, peneliti perilaku hewan di Flinders University, Adelaide, menuturkan, ilmuwan sebelumnya telah mengetahui bahwa Malurus cyaneus bisa membedakan spesies satu dan lainnya dengan nyanyian. Namun, ilmuwan tak menduga mereka belajar sejak tahap yang sangat dini.

“Tidak pernah diketahui sebelumnya bahwa ada proses belajar sejak tahap embrio,” kata Kleindorfer yang menjadi pemimpin studi, seperti dikutip Scientific American, Kamis (8/11/2012). Hasil riset ini bisa menjadi awal untuk mempelajari adanya tahap belajar sebelum kelahiran pada hewan lain.

Kleindorfer melakukan penelitian dengan merekam suara burung. Lewat riset, ia mengetahui ada 11 elemen nada yang dinyanyikan burung saat mengerami telur. Dari 11 elemen itu, satu elemen unik pada individu burung
Menurut Kleindorfer, strategi burung memakai nyanyian sebagai password adalah strategi jitu untuk melawan burung pembajak. John Endler, pakar ekologi dan evolusi dari Deakin University, menuturkan, “Ini adalah cara melawan parasitisme yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.”

Perawatan Kaki, Jari dan Kuku Kenari


Dengan bertambahnya usia, kuku- kuku burungpun ikut bertambah panjang dan jari serta kaki juga bersisik. hal ini menyebabkan terkadang mengganggu performa burung, sering tersangkut ditangkringan dan jeruji sangkar, kaki dan jari-jari burung yg bersisik jg tidak elok dilihat, lalu apa yg harus dilakukan? apakah boleh kuku – kuku burung yg panjang tersebut di potong, apakah nanti tidak mencederai kaki burungnya? bagaimana mengkikis sisik pada jari dan kakiĀ  burung tersebut ?

Berikut sy mencoba membagikan pengalaman sy sendiri untuk berkenaan dengan hal ini, kuku – kuku burung yg sudah terlalu panjang sebaiknya harus dipotong, bagaimana caranya?

1. Pegang burung yg kuku-kukunya akan dipotong senyaman mungkin, yaitu dengan menjepit kepalanya disela jari-jari kita, sedangkan kaki -kaki burung tersebut kita pegang dengan jari kita disatu tangan yg sama.

2. Lalu, cuci kaki-kaki dan jari- jari burung dengan air hangat atau alkohol dengan kapas/tissue tebal, hal ini dimaksudkan selain membersihkan kuku dan jari, ini jg bermanfaat untuk mencegah bakteri serta menghindari infeksi jika nanti seandainya pemotongan kuku meleset/terkena jalur pembuluh darah yg ada dijari kaki.

3. Gunakan gunting kecil yg tajam atau penggunting kuku.

4. Potong ujung kuku dengan memperhatikan jalur pembuluh darah dikuku burung, JANGAN MEMOTONG kuku yg msh dekat dengan jalur pembuluh darah, ini akan menyebabkan jari kaki burung akan berdarah, bisa menyebabkan jari kaki infeksi dstnya yg akan menyebabkan burung ngedroop.

5. Setelah melakukan pemotongan kuku, bersihakan lagi kuku, jari dan kaki burung dengan air hangat atau alkohol.

6. Untuk mengkikis sisik, jamur dikaki burung terutama kenari, sebaiknya berikan/oleskan minyak tawon atau salep anti jamur untuk manusia secara bertahap, 2 – 3 hari sekali lakukan hal tersebut, kenapa tidak tiap hari? hal ini mencegah burung ditangkap tiap hari yg bisa jg nantinya akan mengganggu performanya. dengan konsistensi kerak/sisik pada kaki dan jari burung (kenari) akan lepas dan kaki kenari akan terlihat mulus lagi.