//
archives

Archive for

Gelatik Wingko Masteran Kenari


Burung Gelatik Wingko kini menyedot perhatian para penggemar burung. Gelatik Wingko memilki suara kicauan yang nyaring dengan cerecet yang panjang dan nafas yang kuat. Gelatik wingko tergolong burung yang mudah beradaptasi dan cara perawatan serta pemeliharaannya cukup mudah.

Karena daya adaptasinya yang cukup tinggi, burung ini relatif lebih cepat untuk berbunyi dibandingkan dengan jenis burung kicau yg lain. Suara burung ini selain merdu juga memiliki berbagai variasi suara burung lain seperti burung gereja.  Burung dengan warna bulu abu-abu hitam ini sangat cocok sebagai isian atau master bagi berbagai jenis burung ocehan lainnya, terutama untuk burung kenari

Burung yang juga dikenal sebagai Gelatik Batu ini sekarang mulai banyak diburu oleh para penggemar burung kicau baik untuk masteran maupun koleksi di rumah. Hal ini mengakibatkan terjadinya penangkapan dan perdagangan secara besar-besaran yang berdampak pada populasi burung ini yang menjadi semakin langka di alam bebas. Rusaknya ekosistem dan menyusutnya areal persawahan juga ikut berperan menyusutkan jumlah Burung Gelatik (termasuk jenis-jenis gelatik lainnya) di alam.

Harga
Gelatik Wingko memiliki harga yang lumayan terjangkau. Untuk Burung yang masih muda saat ini (awal 2012) para penjual mematok harga sekitar Rp 100.000. Sementara untuk burung yang sudah dewasa harganya sekitar Rp 450.000 sampai Rp 500.000. Untuk burung yang sudah gacor harganya dapat melambung tinggi sampai jutaan rupiah.

Cara Memilih gelatik Wingko
Memilih Burung memang tidak boleh sembarangan. Salah memilih dapat membuat kita menjadi kurang puas bahkan kecewa dengan burung yang kita pilih. Untuk memilih Gelatik Wingko, anda harus memilih yang patuknya lebih ceriwis, jangan terlalu tebal ataupun terlalu tipis. Dengan demikian, suara yang merdu disertai dengan tembakan cerecetannya sangat jelas terdengar.

Perawatan
Cara perawatan dan pemeliharaan burung ini cukup sederhana. Berikan pakan setiap hari berupa voer, dapat ditambah pula dengan biji-bijian seperti kacang tanah yang telah dikeringkan dan dibuang kulitnya kemudian dihancurkan. Untuk ekstra fooding dapat diberikan makanan berupa jangkrik kecil, kroto, ulat hongkong, atau pun ulat jerman.

peliharaan.web.id/

Iklan

Perbedaan Sanger Dengan Black Throat


Sebagian kita tentu mengenal burung blackthroat dan sanger, burung keluarga fich ini memiliki kicauan yg sangat merdu sekali menurut sy, uniknya ke 2 jenis burung ini hampir memiliki tampilan fisik yg serupa. nah…berikut ini sy share perbedaan blackthroat dan sanger yg sy ambil dari om Indraf member KM;

Ciri Perbedaan Burung Sanger dan Black Throath
Tulisan ini semata-mata hanya ingin berbagi dengan sesama rekan lain. Masukan, kritik dan saran untuk penyempurnaan materi tulisan ini tentu sangat saya harapkan.
Tujuan dari tulisan ini adalah secara general membedakan ciri fisik serta karakter suara dari kedua jenis burung ini. Saya pun dalam tahap pembelajaran, khususnya perbedaan suara dari Blacktroath dan Herda Sanger.

1. Pendahuluan
2. Ciri Fisik
3. Suara
4. Kesimpulan

1. Blackthroat dan Eldel Sanger
Bukan saja sebagai master bagi burung kenari, burung jenis Blackthroat (BT) dan Eldel Sanger yang masih sekerabat dengan burung kenari ini, mempuyai suara yang demikian indah dan merdu, dengan suara kicauan yang mengalun turun naik, jika dilukiskan tidak ubahnya seperti bunyi air terjun di alam bebas. Selain tidak terlalu sulit dalam hal pemeliharaan jenis ini relatif lebih tahan pada gangguan nyamuk dan perubahan cuaca.
Pola makannya pun kurang lebih sama atau bisa dibilang lebih ekonomis dibandingkan dengan jenis kenari. Jika kenari menggunakan hampir 50% cannary seed untuk pakannya, maka BT atau sanger lebih menyukai Jewawut (Kunyit : sunda) untuk makanan pokoknya yang menurut hitungan harga, lebih ekonomis.

Selain kelebihan tersebut diatas, ada alasan mengapa burung ini tidak se-populer burung jenis kenari lainnya. Suara kedua burung ini cenderung tidak sevariatif suara kenari yang dapat membawakan 5-6 variasi lagi pada saat berkicau. Kicauan suara burung ini mengandalkan kecepatan dan kocokan, alunan serta tempo sehingga menciptakan harmonisasi nada suara yang merdu dan indah.

Dari variasi warna, kedua jenis burung ini bukanlah termasuk pada burung yang mempunyai warna bulu yang indah. Namun ada cerita menarik tentang warna burung ini, beberapa rekan berkata bahwa memelihara BT atau sanger relatif lebih aman, karena para pencuri tidak akan menyangka, kalau burung berwarna suram ini mempunyai nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Bentuknya sekilas bagi awam akan mirip burung gereja dan tidak banyak orang yang mengetahui jenis burung ini, kecuali memang tertarik atau sudah lama mengenal dunia kicauan.

Satu hal yang menjadi kendala untuk burung jenis ini, khususnya jenis Blacktrohat, adalah tingkat kesulitan dalam masa penjodohan, sehingga banyak peternak atau hobbies yang cenderung “menyerah” dalan usahanya menangkarkan burung ini. berbeda dengan sanger yg relatif lebih muda dikembangbiakan, anakan Blackthroat sendiri lebih mudah untuk di jual, namun terkendala dengan supply yang masih sedikit sehingga harganya menjadi cukup fantastis untuk ukuran burung bakalan.

Bagi sebagian penggemar burung lomba, selain untuk master burung kenari, kedua jenis burung ini juga dapat dijadikan master (pengisi suara tambahan). Khususnya untuk burung jenis Anis Kembang, Muray Batu dan beberapa burung lainnya. Karena speed atau kerapatan kicauan burung ini yang memang dapat diandalkan dan memperindah suara burung yang akan di ikut sertakan dalam lomba.

2. CIRI FISIK
Supaya tulisan ini lebih komplit dan meriah, kayaknya ane minta pendapatnya rekan-rekan..
dibawah ada gambar BT dan sanger, mohon pendapat rekan perbedaan ciri fisik kedua burung ini

Mari kita perhatikan foto yang sangat menarik, perhatikan bagian kepala burung blackhtroat yang berada di jeruji sangkar. Ketika foto diambil burung Blackthroat tersebut sedang mengerakkan kepalanya, perhatikan pola dan warna burung tersebut jika dibandingkan dengan pola warna burung Blackthroat pada foto di diatas lalu bandingkan dengan foto sanger dibawah, perhatikan pola warnanya.

Ukuran Tubuh :Ciri ciri fisik yang pertama dari cara membedakan kedua jenis burung ini adalah dari ukuran badannya, jika Blacktroath berukuran antara 12-15 cm, maka sanger berkisar antara 10 – 12 cm.

Ekor: Pada Bagian atas Ekor pada burung jenis Blackthroat terdapat warna kuning mencolok sedangkan pada jenis sanger warnanya putih bersih (seperti kapas atau warna putih dibagian atas ekor muray batu).

Pola warna :Burung Blackthroat berpola hitam dan nampak lebih tegas dengan pembatas warna hijau kekuningan, seperti warna stabilo pada setiap sisi luar sayapnya. Sedangkan pada pola warna sanger berwana hitam tanpa warna pembatas. Warna dasar sanger adalah abu-abu, sedangkan pada Blackthroat warna dasar cenderung putih keabu-abuan atau pada Blackthroat dari daerah tertentu berwarna kecoklatan. Warna dasar ini juga dapat menjadi alasan mengapa warna hitam pada Blackthroat tampak terlihat lebih jelas.

3. Suara: Sulit membedakan suara kedua jenis burung ini, khususnya jika kita hanya terbiasa mendengar salah satu suara burung tersebut . Namun jika kita sudah terbiasa mendengar suara keduanya secara bersamaan, maka akan terdengar perbedaan karakter irama lagu kedua jenis burung ini.

Burung Blackthroat memiliki karakter suara yang lebih jelas pada perubahan intonasi nada, atau dalam kata lain memiliki cengkok (sedotan) yang jelas dengan nada yang lebih dinamis dan Power yang lebih kuat atau bersuara lebih keras. Jika kita konotasikan dengan menggunakan tangga nada maka dapat berpola 1 1 7 2 3 7 1 1 7 2 3 7 1 1 7 2 7 ..dst. ada lonjakan perbedaan nada yang jelas.

Sedangkan pada sanger lebih mengadalkan pada kocokan atau roll yang panjang dengan dinamisasi nada yang lebih rata namun panjang dan senantiasa bervariasi namun tidak tiba-tiba berubah : 1 1 1 2 2 2 4 4 4 2 2 1 1 1 2 2 4 4 4 2 2 dst.

Kicaumania.org . Om Indraf

Kolibri Dosen Vocal Kenari


Setiap kita pasti tak jarang menjumpai sejenis burung kecil, yg nampak sesekali mengitari tanaman, pepohonan, kebun, dan hutan kecil. Berwarna menarik, dan yg paling unik paruhnya yg agak panjang melengkung sehingga membuat burung kecil ini memiliki daya tarik sendiri. Itu baru dari segi penampakan, bagaimana dengan nyanyian/kicauannya? Ternyata suara kicauanya tak jauh berbeda dengan pesona fisik yg ditampilkan. Luar biasa!, walaupun tidak keras dari volume suara, namun suara kicauan yg diperdengarkan burung ini mampu membuat hati sejuk bagi yg mendengarkannya, Pandai sekali menirukan suara-suara burung lain, bervariasi, dibawakan dengan alunan-alunan yg sangat menarik. Ia adalah bernama burung KOLIBRI, atau burung madu.

Lalu kenapa materi burung kecil ini saya angkat? Tentu ini sangat berkaitan atau berhubungan erat dengan burung kenari tentunya, yaitu bahwa selama merawat/memelihara burung kicauan pun sudah merasakan sendiri, bahwa tak bisa lagi sy mengelak bahwa kolibri adalah juga sebagai mentor yg baik bagi burung pengicau termasuk kenari.
Burung kolibri memiliki suara hutan/asli yg sangat baik sebagai materi suara masteran untuk kenari, lalu dengan kicauan yg aktif dan dengan volume “sedang” sangat membantu sekali dalam menstimulant piyikan, kenari bahan, sampai kenari gacor untuk mau lebih mengeksplore kemampuan berkicaunya, terlebih dalam materi lagunya.

Bulu metalik khas serta gaya terbang “diam” sambil menghisap nektar mirip dengan burung Hummingbird di amerika. burung madu juga menjadi salah satu agen terbaik dalam penyebaran pohon berbunga di hutan tropis. berwarna cerah yang mempunyai sekitar seribu bulu yang bergemerlapan sehingga dapat memantulkan dan memencarkan sinar warna – warni yang dapat berubah ketika burung bergerak seperti minyak pada air. Ada lebih dari 300 spesies burung dan dari literature yg sy tahu Kolibri adalah burung terkecil di dunia. Kolibri juga penerbang yang ulung dengan gerakan sayap yang sangat cepat, satu detik mencapai 12-80 kali kepakan. (Seorang peneliti dari Universitas California bernama Christopher Clark melakukan pengamatan untuk mengukur kecepatan burung kolibri betina, Christopher mengambil gambar menggunakan kamera super cepat sehingga bisa menangkap setiap gerakan dari burung kolibri. Ia berhasil mendapatkan 500 gambar yang berbeda dalam satu detik)

Karena kolibri terbang sangat cepat, maka ia membutuhkan tenaga yang cukup besar dan untuk mendapatkan energi yang besar, seekor kolibri membutuhkan asupan makanan yang berkalori tinggi seperti nectar atau bagian dari inti sari bunga yang dihisap dengan paruhnya yang kecil dan panjang. Varietas kolibri berparuh panjang mendapatkan makanannya dengan cara menghisap madu seperti biasa, namun untuk varietas lain, kolibri akan mengebor sebuah lubang menembus pangkal bunga ke dalam madu lalu menyisipkan paruhnya dalam lubang tersebut. Cara kolibri yang seperti itu juga dapat membantu bunga untuk penyerbukan silang, karena biasanya serbuk sari akan terbawa pada kepala atau paruh kolibri dan kemudain berpindah dari satu bunga ke bunga yang lain. Selama musim perkawinan, kebanyakan jenis jantannya menyatakan perasaan dengan kicauan gembira seraya terbang mondar – mandir di depan sang betina, beberapa jenisnya bahkan mempunyai nyanyian merdu dengan kekuatan yang menakjubkann. Sedangkan betinanya untuk menarik perhatian dari jantan, mereka akan terbang berkelompok dengan kecepatan tinggi dan kemudian melakukan akrobat di udara, seperti pada pesawat tempur melakukan manuver-manuver diudara. Burung kolibri hanya bertelur 2 buah dengan warna putih bersih tanpa ada bercak sama sekali. Telur tersebut ditempatkan di dalam sarang yang dibuat secara terampil dari bulu halus tanaman atau terikat pada tempatnya jaring laba-laba. Sisi luar sarang biasanya berhiaskan lumut kerak dan sedikit lumut daun.

Berbagai sumber – Kolibri Indonesia